UMUM

PMI Sampang Gelar Bimtek PP dan Ambulans, Tingkatkan Kesiapsiagaan Relawan

SAMPANG — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sampang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pertolongan Pertama (PP) dan Ambulans sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi staf serta relawan dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, tersebut dipusatkan di Markas PMI Kabupaten Sampang dan diikuti oleh staf PMI, anggota Korps Sukarela (KSR), serta anggota Tenaga Sukarela (TSR).

Bimtek menghadirkan Drs. Heri Suwarsono, M.Pd. kota Malang sebagai narasumber yang memberikan pembekalan materi sekaligus praktik kepada para peserta sejak hari pertama kegiatan.

BACA JUGA :  Aktif TNI–Polri dan Instansi Terkait, Amankan Bazar Takjil UMKM Ramadhan di Alun-Alun Sampang

Selama pelaksanaan Bimtek, peserta mendapatkan berbagai materi terkait Pertolongan Pertama dan Ambulans, mulai dari pemahaman dasar, penanganan korban, evakuasi, hingga keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

Selain pembekalan teori, peserta juga mengikuti praktik secara langsung untuk meningkatkan kemampuan dalam menerapkan materi yang telah diberikan.

Ketua PMI Kabupaten Sampang H. Moh. Anwari Abdullah, SE,MM melalui Kepala Markas PMI Kabupaten Sampang, Moh. Ali, S.A.P., menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas relawan menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan PMI dalam memberikan pelayanan kemanusiaan.

“Bimtek ini merupakan bagian dari upaya PMI Kabupaten Sampang untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi staf maupun relawan, khususnya dalam bidang Pertolongan Pertama dan Ambulans. Kami berharap peserta tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya ketika menghadapi kondisi kedaruratan di lapangan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Babinsa Robatal Jalin Kedekatan dengan Warga Lewat Komsos di Desa Gunung Rancak

Menurutnya, keterampilan relawan perlu terus diasah melalui pembekalan dan praktik. Terlebih dalam situasi darurat, seorang relawan dituntut mampu mengambil tindakan secara cepat, tepat dan tetap memperhatikan keselamatan korban maupun penolong.

“Karena itu, kegiatan ini tidak berhenti pada pemberian materi. Peserta juga akan mengikuti simulasi lapangan sebagai bentuk penerapan dari materi dan praktik yang telah diberikan selama Bimtek,” jelasnya.

BACA JUGA :  Rekrutmen Adhoc Pilkada, KPUD Sampang Tunggu Arahan KPU RI

Memasuki hari terakhir, Minggu (2/8/2026), peserta dijadwalkan mengikuti simulasi lapangan dengan skenario penanganan keadaan darurat, termasuk penanganan korban kecelakaan, pertolongan pertama, evakuasi dan penggunaan ambulans.

Simulasi tersebut menjadi bagian penting dalam mengukur kemampuan peserta dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama dua hari pembekalan.

Melalui kegiatan ini, PMI Kabupaten Sampang berharap seluruh peserta semakin siap dalam menjalankan tugas kemanusiaan serta mampu memberikan pelayanan pertolongan pertama dan ambulans secara cepat, tepat, aman dan profesional kepada masyarakat.

(Rd)

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button